Utopia



Untitled

half-time lecturer, lifetime student









FollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowedFollowed

Theme by spaceperson Powered by Tumblr

klammer
kelak saya, kamu, dan cinta cuma akan menjadi sebatas andai atau barangkali.

@hurufkecil (via viskayanesya)

Je pense que oui.
Parce que nous sommes si différents.. si différents..

(via salsabilaa)


08:24 pm, reblogged from Salsabila by sientongs5 notes

Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir, atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang dirundung cinta justru sebaliknya, selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menakjubkan.
Kau,Aku,dan Sepucuk Angpau Merah - Tere Liye

05:56 pm, by sientongs3 notes

nayasa:

jamduapagi:

Mungkin ada kalanya berpura-pura tidak menginginkanmu tak mempan lagi. 

-

Mari kita berpelukan saja. Mungkin nanti kau juga akan hapal lekuk tubuhku.

Mari kita menghilang saja di bawah selimut dan bantal. Mari kita berandai-andai. Kita menggambar dunia di langit-langit pantai. Tak ada masa lalu, masa depan juga tak diburu-buru waktu. Kita hidup di waktu ini, di masa yang kini.

Mari kita duduk di samping jendela, melihati dunia. Di tangan kita, waktu berhenti tiba-tiba, atau setidaknya begitu ingin kita. Jendela hatimu, selalu bisa kuintip sewaktu-waktu. Tapi tidak punyaku, disana kugantung awan-awan abu.

-

Besok pagi kita pergi. Remah-remah ini biarkan tetap disini.

-

Kau masih saja bertanya.

Senyum yang disimpul itu berarti aku terlalu pengecut untuk mencintaimu. 

:”D


bigzaman:

duaenamjuli:

“‎”Hati-hati ya her, jangan ketipu.. Orang yang paling sering masang status fesbuk dengan ayat-ayat Qur’an, belum tentu paling sering baca Qur’an.. Orang yang paling sering berdoa dengan “kicauan” di twitter, belum tentu yang paling dekat dengan Tuhannya.. Orang yang paling sering jadi pembicara tentang kontribusi terhadap ummat, belum tentu diterima amal kebaikannya.. Karena untuk melihat seberapa qur’ani seseorang, lihatlah akhlak kesehariannya.. Karena untuk melihat seberapa dekat seseorang dengan Tuhannya, lihatlah seberapa ia malu berbuat dosa.. Karena untuk melihat siapa yang paling ikhlas perbuatannya, hanya kepada Allah kita menyerahkannya.. Lagian, Allah ga butuh media sosial kalee untuk mendengar & mengetahui apa yang diperbuat hambaNya.. Emangnya ‘Bruce Almighty’ apa?” #jleb #istighfarbanyakbanyak”

status facebook kak herry, ketua rohis saya dulu, kemudian jadi Presiden KM ITB

astaghfirullah.. T.T #NoteToMySelf


Lafal Inggris Indonesia

muhammadakhyar:

Tulisan ini adalah buah pikir Sori Siregar, Cerpenis. Dimuat di Kompas, 2 Maret 2012. Tulisan yang menyentil kehidupan sehari-hari terkadang getir tetapi melahirkan senyum. Coba saja baca tulisan ini.

Kecenderungan melafalkan kata-kata bahasa Inggris dengan lafaz fonem demi fonem bahasa Indonesia tampaknya telah biasa di negeri kita. Sangat jarang terdengar orang Indonesia melafalkan debt collector dengan ”det kelekte”. Yang kita dengar sehari-hari ”deb kolektor”. Kata debt dilafalkan dengan ”deb”, bukan ”det”, dan collector dengan ”kolektor”, bukan ”kelekte”.

Karyawan gerai komputer seenaknya melafalkan install dengan ”instal”, bukan ”in’sto:l”. Pelayan bisnis waralaba yang menjual donat bahkan memperbaiki lafal saya untuk mengingatkan saya bahwa lafal yang ia ucapkanlah justru yang benar. Jus jeruk yang saya pesan, katanya, berukuran ”jumbo”, bukan ”jambou”.

Dalam sidang Komisi III DPR tentang Bank Century, seingat saya satu-satunya narasumber yang melafalkan Century dengan ”senceri” hanyalah Wakil Presiden Boediono. Selebihnya menyebutkan ”senturi”. Tank Leopard bekas yang akan kita beli dari Belanda dibaca dalam berita salah satu stasiun televisi dengan ”leopard”, bukan ”leped” sebagaimana seharusnya dilafalkan.

Hampir semua narasumber yang diwawancarai di berbagai stasiun televisi melafalkan extraordinary dengan ”ekstraordinari”. Sedikit belaka narasumber membunyikan ”iks’tro:dnri” seperti dilafalkan orang Inggris atau ”iks’tro:deneri” seperti diucapkan orang Amerika. Perbedaan dalam ejaan dan lafal memang terdapat dalam sejumlah kata bahasa Inggris yang digunakan orang Inggris dan orang Amerika.

Pengindonesiaan di negeri kita terjadi bukan karena adanya perbedaan itu, tetapi lebih karena ketakmampuan kita melafalkannya dengan benar. Ketika orang melafalkan facebook dengan ”fesbuk”, bukan ”feisbuk”, email dengan ”imel”, bukan ”imeil”, take off dengan ”tek off”, bukan ”teik off”, saya yakin orang itu memang kesulitan melafalkan kata tersebut dengan benar.

Kebiasaan ini sebenarnya bukan hal baru di negeri kita. Lebih dari setengah abad lalu di bilangan Kebayoran Baru Jakarta ber- diri pasar bernama Pasar Mayestik. Lafal ”mayestik” ini jelas digunakan untuk kata majestic yang dalam bahasa Inggris seharusnya diucapkan ”me’jestik”. Cuma pihak yang pertama-tama melafalkan ”mayestik” dari kata majestic itu bertindak lebih berani. Ejaan majestic sekaligus diubahnya menjadi mayestik. Langkah seperti ini sebenarnya lebih baik. Upaya mengindonesiakan lafal bahasa Inggris atau bahasa asing mana pun sebaiknya dilakukan sekaligus dengan mengubah ejaan katanya. Orang Malaysia menyebut ban dengan tayar, yang lafal dan ejaannya diubah sekaligus dari kata Inggris tire.

Dengan mengindonesiakan lafal kata-kata Inggris dengan lafal yang kita sukai, artinya kita tak lagi membutuhkan transkripsi fonetis yang merupakan keharusan dalam mempelajari bahasa Inggris. Dengan mengubah semua lafal Inggris menjadi lafal Indonesia, membaca kata-kata Inggris menjadi sangat mudah karena setiap orang yang melek huruf dapat melakukannya meski tak memahami artinya.

Kalau kita memang tak dapat melafalkan kata yang dimaksudkan dengan benar karena kita memang tak mampu berbahasa Inggris, mengapa kita tak memilih jalan aman. Kita gunakan saja bahasa Indonesia. Mengapa harus menggunakan debt collector kalau kita dapat memakai penagih utang. Debt collector tak lebih canggih daripada penagih utang dan tak juga membuat orang lebih terpelajar jika menggunakan debt collector itu. Berbahasa adalah menggunakan bahasa dengan mengikuti semua peraturan atau ketentuan yang mengiringinya.


kuntawiaji:

#IndonesiaTanpaJIL. Karena toleransi beragama berbeda dengan pluralisme agama. Karena mencampuradukkan agama sama dengan menghancurkan agama itu sendiri.

(Source: arrizapasha)

08:20 pm, reblogged from Kuntawiaji by sientongs97 notes

Parahnya penetrasi rokok di Indonesia. Bahkan kita tidak sadar jika di negara asalnya, rokok sudah mulai untuk dibatasi.

01:33 pm, by sientongs

Pada awalnya semua orang bangga dengan pilihannya, tapi akhirnya tak semua orang setia pada pilihannya. Saat ia sadar bahwa yang dipilih mungkin tidak sepenuhnya seperti yang diimpikan. Karena yang sulit dalam hidup ini, bukan memilih. Tapi bertahan pada pilihan. Sedikit waktu mungkin sudah cukup untuk menentukan pilihan. Tapi untuk bertahan pada pilihan tersebut, bisa jadi harus menghabiskan sisa waktu usia yang dimiliki. Seperti itulah satu kata yang begitu mudah diucapkan tapi begitu sulit untuk diamalkan, yaitu “Istiqomah.
(via kuntawiaji)

(Source: rizkarahmanita)


07:52 pm, reblogged from Kuntawiaji by sientongs316 notes



reisha:

T.T

Ngerasa banget ini.

reisha:

T.T

Ngerasa banget ini.


(Source: icanread)